Thursday, December 07, 2006

FEEDING TODDLERS: 17 TIPS FOR PLEASING THE PICKY EATER part 2

Jadi jika Anda bukanlah orang tua dari anak-anak 'pecinta
sayuran', cobalah
beberapa tips berikut ini:
- Berkebun dengan anak
Anda.
Biarkan dia menolong Anda merawat tanaman, memanen sayuran yang
matang,
membantu mencuci dan menyiapkan sayuran untuk menu makanan. Ia
mungkin akan
lebih berminat untuk makan sayuran yang telah ia 'bantu' untuk
tumbuh,
matang dan siap disajikan.
- Selipkan lembaran atau potongan
sayuran ke dalam makanan favorit.
Coba untuk tambahkan sayuran pada nasi,
keju cottage, keju krim, saus
alpuat, atau bahkan macaroni dan keju. Pancake
Zucchini dan muffin wortel
adalah makanan favorit di rumah kami.
-
'Kamuflase' kan sayuran dengan saus favorit.
- Gunakan sayuran sebagai
'finger foods' dan celupkan ke dalam saus atau
'dip' favorit.
- Dengan
pemotong kue, potong sayuran dalam bentuk-bentuk yang menarik.
- Kukus
sayuran hijau
Pengolahan dengan cara ini menghasilkan sayuran yang lebih
ber-cita rasa dan
lebih manis.
- Gunakan sayuran sebagai seni
Ciptakan
bentuk 'wajah' yang penuh warna dengan menggunakan irisan olive
sebagai
'mata', tomat sebagai 'kuping', jamur sebagai 'hidung',
'bell-pepper' sebagai
'janggut', dan alternatif bentuk jenaka
lainnya. Lauren, anak ke-8 kami,
gemar menaruh olive pada ujung jari-jari
tangannya yang kemudian dimakan
dengan cara dicomot satu-demi satu dari
setiap ujung jarinya. Pancake
Zucchini juga bisa menjadi 'wajah' yang
sempurna jika ditambahkan kacang
polong sebagai 'mata', wortel sebagai
'hidung' dan keju sebagai
'rambut'.
- Buat kamuflase yang kreatif
Ada banyak variasi yang mungkin
bisa dibuat menggunakan 'keju dalam pohon'
(brokoli kukus dengan topping keju
yang meleleh). Atau, Anda dan anak Anda
juga dapat menikmati nikmatnya
sayuran (khususnya untuk hidangan Asia)
dengan saus selai kacang sebagai
topping.

9. Share it.
Jika anak Anda sedang mengalami fase 'picky
eater', undanglah teman sebaya
atau sedikit lebih tua darinya yang Anda tahu
adalah anak 'suka makan'. Anak
Anda akan terpengaruh juga. Makan
bersama-sama seperti ini akan membuat
seorang anak dapat melihat contoh dan
mengikutinya.

10. Respect tiny tummies.
Tetap sajikan makanan dalam
porsi kecil. Ingin tahu seberapa besar porsi
itu? Inilah petunjuknya.
Ukuran lambung seorang anak kurang lebih sama
dengan ukuran kepalan
tangannya. Jadi berikan porsi kecil pertama-tama, dan
isi kembali piringnya
jika anak Anda ingin makan lagi. Metode 'less-is-more'
ini tidak saja lebih
berhasil untuk diterapkan pada anak-anak 'picky
eaters', tapi juga memiliki
keuntungan tambahan dalam hal menstabilkan kadar
gula darah, yang pada
gilirannya meminimalkan perubahan mood si
kecil. Sebagaimana para orang tua
tahu, anak yang lapar umumnya adalah anak
yang tidak bahagia.

Lakukan
metode yang disebut 'the bite rule' untuk membujuk anak yang 'picky
eater':
'coba gigit sekali, coba gigit2x ...' (sejauh yang dapat Anda
lakukan untuk
membujuknya tanpa memaksanya makan). Metode ini minimal
membuat anak Anda mau
mencicipi jenis makanan baru juga memberinya
kesempatan untuk memegang
kendali terhadap makanannya. Sedapat mungkin,
biarkan anak Anda – dan
seleranya – menentukan kecepatan makannya. Tetapi
jika Anda ingin anak Anda
makan bersamaan waktunya dengan Anda, coba untuk
kondisikan agar waktu makan
selingan (snacks) terakhirnya minimal 2 jam
sebelum waktu makan bersama-sama
Anda.

11. Make it accessible.
Berikan anak Anda ruang khusus sebagai
'gudang' tempat stok
makanannya. Sediakan laci terbawah di dalam kulkas Anda
untuk menaruh
segala macam makanan dan minuman favorit (dan bergizi) anak
Anda. Kapan saja
ia menginginkan makanan tsb., bukakan pintu kulkas dan
biarkan dia memilih 1
macam makanannya. Taktik ini juga memungkinkan
anak-anak untuk makan saat
mereka merasa lapar, suatu langkah penting dalam
membangun kebiasaan yang
sehat tentang makanan.

12. Use sit-still
strategies.
Satu alasan mengapa para batita tidak suka duduk tenang di meja
makan
keluarga yaitu karena mereka harus duduk dengan kaki menggantung.
Cobalah
Anda duduk di atas bangku pendek (stool) saat makan. Anda secara
alami akan
segera menggeliat dan ingin segera bangkit dan bergerak di
sekeliling
bangku. Anak-anak cenderung duduk dan makan lebih lama jika
menggunakan
meja dan kursi khusus ukuran anak-anak di mana kaki mereka dapat
menyentuh
lantai.

13. Turn meals upside down.
Perbedaan antara
makan pagi, makan siang dan makan malam tidak terlalu
berarti untuk seorang
anak. Jika anak Anda ngotot ingin makan pizza waktu
pagi hari atau buah dan
sereal di waktu malam, ikuti saja – lebih baik
dibandingkan ia tidak mau
makan sama sekali. Hal ini bukan berarti Anda
harus menjadi orang tukang
masak dengan order kilat, atau selau melayani
banyak permintaan spesial,
tetapi mengapa Anda tidak biarkan batita Anda
merancang menu makanannya
sendiri di waktu-waktu tertentu? Anggota keluarga
lainnya juga mungkin bisa
ikut menikmati kesenangan baru dengan adanya
hidangan wafel dan 'hash brown'
saat makan malam.

14. Let them cook.
Anak-anak lebih cenderung makan
makanan kreasi mereka sendiri, jadi jika
memungkinkan, biarkan anak Anda
membantu Anda menyiapkan makanannya. Gunakan
pemotong kue untuk menciptakan
desain yang dapat dimakan dalam menunya,
seperti: keju, roti, irisan tipis
daging, atau mie lasagna matang. Beri
'asisten' Anda tugas semacam: merobek
dan mencuci helai daun selada,
menggosong kentang, atau mengaduk adonan. Isi
adonan pancake ke dalam botol
pencet dan biarkan anak Anda menjadi
'supervisor' saat Anda membuat
bentuk-bentuk yang lucu (mis. bentuk hati,
angka, huruf, atau bahkan ejaan
nama anak) di atas wajan panas.

15.
Make every calorie count.
Tawarkan anak anda jenis makanan yang mengandung
banyak gizi dalam 'dosis'
kecil. Ini khususnya berguna bagi batita yang
aktif seperti 'kelinci' tapi
makan seperti 'tikus'.
Makanan padat gizi
yang disukai sebagian besar anak-anak, di antaranya:
- Alpukat
-
Pasta
- Brokoli
- Selai kacang
- Nasi (beras merah) dan 'grains'
-
Kentang
- Keju
- Daging unggas
- Telur
- Labu
- Ikan
-
Ubi
- Kacang merah
- Tofu
- Yoghurt

16. Count on
inconsistency.
Untuk anak-anak, apa dan berapa banyak makanan yang mereka
ingin makan
mungkin berbeda-beda setiap harinya. Ketidakteraturan ini
menjadi bagian
terbesar dalam sikap 'kebingungan' mereka tentang makna 'tidak
mau
bergantung pada orang lain', dan aktivitas makan adalah area di mana
mereka
dapat mengambil sikap seperti itu. Jadi janganlah terkejut jika anak
Anda
makan sepiring penuh di satu hari dan praktis tidak makan apa-apa
keesokan
harinya, sangat mengagumi brokoli di hari Selasa dan
menolaknya
mentah-mentah di hari Kamis, ingin melakukannya sendiri pada
suatu
kesempatan makan dan di lain waktu benar-benar ingin
disuapi.

Seperti yang dinyatakan salah seorang orang tua dalam kegiatan
praktek kami,
' satu-satunya hal konsisten tentan masalah memberi makan
batita adalah
'ketidak konsistenan''. Cobalah untuk tetap ikut serta dalam
perubahan mood
anak Anda dalam soal makanan, dan jangan sekali-kali
memasukkan ke hati
tentang sikap mereka terhadap issue makanan.

17.
Relax.
Di masa antara ulang tahun yang ke-2 dan ke-3 anak Anda, bersiaplah
dengan
kebiasaan nya yang siap dengan idenya sendiri terhadap semua hal –
termasuk
cara makanan disiapkan dan disajikan. Bersiaplah dengan perasaan
hatinya
yang 'terlalu mendalam' terhadap makanan. Jika memang selai kacang
itu
harus berada di atas jelly, tetapi Anda malah melakukan
sebaliknya,
bersiaplah untuk mendengar protes. Tidaklah mudah beradu
argumentasi dengan
si-2-tahun yang 'berpendirian keras'. Lebih baik belajar
membuat sandwich
ala anak Anda.

Jangan menginterpretasikan sikap anak
Anda ini sebagai sikap 'keras kepala'.
Batita memiliki pola pikir tentang
urutan terhadap segala sesuatu dalam
dunia mereka. Alternatif lain tidak
dapat diterima. Ini adalah tahap
perkembangannya yang akan segera
berlalu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home